Persepsi Remaja Tentang Pola Asuh Orang Tua Terhadap Gangguan Mental (Studi Kasus)
Main Article Content
Raudatul Janah
Dian Ardayanti
Andry Rachamadani
Joko Sapto Pramono
Gangguan mental pada remaja merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola asuh orang tua. Pola asuh yang kurang tepat, seperti pola asuh otoriter dan mengabaikan/lalai, dapat berdampak terhadap kondisi psikologis remaja, seperti stres, kecemasan, rendahnya rasa percaya diri, serta kesulitan dalam mengungkapkan perasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi remaja tentang pola asuh orang tua terhadap gangguan mental di Kecamatan Loa Janan, Kota Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas informan utama, informan pendukung, dan informan kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi remaja terhadap pola asuh orang tua didominasi oleh pola asuh otoriter dan pola asuh mengabaikan/lalai. Pola asuh otoriter ditandai dengan komunikasi satu arah, tuntutan yang tinggi, serta pemberian hukuman verbal maupun fisik sehingga menyebabkan remaja merasa takut, cemas, rendah diri, dan sulit mengungkapkan perasaan. Sementara itu, pola asuh mengabaikan/lalai ditandai dengan kurangnya perhatian, komunikasi, dan dukungan emosional dari orang tua sehingga remaja merasa kesepian, menarik diri dari lingkungan sosial, serta mengalami stres, kecemasan, dan perubahan kondisi psikologis. Persepsi remaja menunjukkan bahwa pola asuh otoriter dan pola asuh mengabaikan/lalai berkontribusi terhadap munculnya gangguan mental pada remaja. Orang tua diharapkan menerapkan pola asuh yang lebih terbuka, meningkatkan komunikasi, memberikan perhatian dan dukungan emosional, serta membangun hubungan yang harmonis agar kesehatan mental remaja tetap terjaga.
Amir, L. A. (2024). Perspektif global kesehatan mental kaum pemuda (remaja, adolesen & dewasa awal) di Amerika Serikat, Eropa, Negara Persemakmuran & Asia Tenggara tahun 2024: Sebuah tinjauan pustaka sistematis.
Damayanti, A. N. (2023). Fenomena pola asuh orang tua dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental anak. Prosiding Seminar Sastra Budaya dan Bahasa (SEBAYA), 3, 29–39.
Haniyah, F. N., Novita, A., & Ruliani, S. N. (2022). Hubungan antara pola asuh orangtua, teman sebaya, lingkungan tempat tinggal dan sosial ekonomi dengan kesehatan mental remaja. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 1(7), 242–250. https://doi.org/10.53801/oajjhs.v1i7.51
Hidayah, N., Sari, L., Yousrihatin, F., & Litaqia, W. (2023). Gambaran kesehatan mental emosional remaja. Jurnal Kesehatan, 12(1).
Ilham, L. (2022). Dampak pola asuh otoriter terhadap perkembangan anak. Islamic EduKids: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 63–72.
Intan Ningrum, R., Ari K., M., & Patemah. (2023). Hubungan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental remaja. Jurnal Keperawatan UNPAD, 10(3).
Khasanah, P., & Kalifia, A. D. (2024). Hubungan antara kesehatan mental bagi aktivitas sehari-hari. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(1), 333–335.
Maulia, D. A., Mutias, A. S., Pratama, F. Y., & Kurniawati, D. A. (2024). Studi kasus pola asuh orang tua pada anak yang mengalami gangguan perilaku. Journal of Professional Elementary Education, 3(1), 82–90.
Novita, R., Dian, A., & Bernadetha, B. (2024). Hubungan durasi penggunaan media sosial TikTok dengan tingkat kecemasan pada remaja SMAN 7 Samarinda. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(4), 11309–11315. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i4.34870
Nurwela, T. S., & Israfil. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan stres pada remaja: Literatur review. Jurnal Keperawatan Jiwa, 10(4), 697–704.
Putriyani, N. K. A., Sawitri, N. K. A., Krisnawati, K. M. S., & Utami, P. A. S. (2025). Hubungan pola asuh orang tua dengan masalah kesehatan mental emosional remaja di SMP Negeri 9 Denpasar. Community of Publishing in Nursing, 13(1).
Qomaruddin, H., & Sa’diyah. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif. Journal of Management, Accounting and Administration, 1(2), 77–84.
Raziansyah, R., Lani, T., & Silviah, N. (2025). Pola asuh orang tua mencegah masalah mental emosional remaja awal. Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 13(1).
Simangunsong, D. P., Sihaloho, L., Sitanggang, R., Simanjuntak, R., & Naibaho, D. (2024). Memahami perkembangan remaja peka terhadap kesehatan mental. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(3), 940–951.
Tasya. (2024). Promosi kesehatan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental pada remaja. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Kesehatan, 1(1), 69–77. https://doi.org/10.70109/jupenkes.v1i1.10
Wahyudi, W., Mahesa, A. P., Putri, A. L., Dalimunthe, A. N. A., Widitya, D., & Afifah, S. (2025). Faktor yang mempengaruhi kesehatan remaja di Indonesia: Studi literatur. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, 4(1), 503–509. https://doi.org/10.57218/jkj.vol4.iss1.1587
Yasinta Maria. (2022). Pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini. Program Studi PGPAUD STKIP Citra Bakti, 2(1), 56–.













