Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Stunting melaluiPendekatan Participatory Action Research (PAR) di Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso
Main Article Content
Qathrina Qanitatin Nadhirah
Rizky Dwi Rahmania
Shobakhul Mukhtarom
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan mental, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Upaya pencegahannya memerlukan keterlibatan berbagai pihak melalui pendekatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting serta memperkuat peran masyarakat dalam mendukung pemenuhan gizi dan penerapan perilaku hidup sehat di Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Metode yang digunakan adalah pengembangan masyarakat dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi secara kolaboratif. Kegiatan melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat melalui edukasi pencegahan stunting, penguatan kapasitas kader posyandu, edukasi Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hasil kegiatan menunjukkan adanya partisipasi aktif masyarakat serta peningkatan pemahaman mengenai penyebab stunting, pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan penerapan perilaku hidup sehat sebagai upaya pencegahan stunting. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung keberlanjutan upaya pencegahan stunting di Desa Banyuwulu
Agustin, L., & Rahmawati, D. (2021). Faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan stunting pada anak di Indonesia: Literatur review. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4(1), 30.
Anwika, Y. M., Komar, O., Suryadi, A., & Sudiapermana, E. (2025). Penyuluhan pencegahan stunting anak balita di posyandu: Studi interpretif di Desa Sungai Langsat Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau [Disertasi doktor, Universitas Pendidikan Indonesia].
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2025, 27 Mei). SSGI 2024: Prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. Kementerian Kesehatan RI.https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turunmenjadi-198/
Chandra, D., Rifai, A., & Dewi, E. K. (2026). Pendekatan participatory action research
(PAR) dalam pemberdayaan masyarakat Desa Pusakasari Kabupaten Ciamis mendukung pembangunan desa berbasis kearifan lokal.8(2), 276–283.
Ibrahim, I. A., & Faramita, R. (2014). Hubungan faktor sosial ekonomi keluarga dengan kejadian stunting anak usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar tahun 2014. Al-Sihah: Public Health Science Journal, 7(2), 63–75.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku saku stunting bagi kader posyandu. Kementerian Kesehatan RI.
Lutfianawati, D., Yulyani, V., Yudha, K. R., & Afriza, Z. N. (2023). Menuju masyarakat sadar perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam rangka mencegah stunting di Kelurahan Panjang Selatan, Kota Bandar Lampung. Journal of Public Health Concerns, 3(2), 84–88.
https://doi.org/10.56922/phc.v3i2.318
Mulyani, A. T., Khairinisa, M. A., & Khatib, A. (2025). Understanding stunting: Impact, causes, and strategy to accelerate stunting reduction: A narrative review. Nutrients, 17(9), 1493. https://doi.org/10.3390/nu17091493
Nisa, S. K., Lustiyati, E. D., & Fitriani, A. (2021). Sanitasi penyediaan air bersih dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(1), 17–25. https://doi.org/10.15294/jppkmi.v2i1.47243
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Nursifa, A. F., Hafiz, M. I., Khoirunnisa, S., Ridwan, H., & Haryeti, P. (2025). Pemenuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan terhadap kejadian stunting di Indonesia: Literature review.
Patimah, S. (2021). Stunting mengancam human capital. Deepublish.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Prawirohartono, E. P. (2021). Stunting: Dari teori dan bukti ke implementasi di lapangan. UGM Press.
Puspasari, H. W., & Pawitaningtyas, I. (2020). Masalah kesehatan ibu dan anak pada pernikahan usia dini di beberapa etnis Indonesia; Dampak dan pencegahannya. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 23(4), 275–283. https://doi.org/10.22435/hsr.v23i4.3672
Qodrina, H. A., & Sinuraya, R. K. (2021). Faktor langsung dan tidak langsung penyebab stunting di wilayah Asia: 12(6), 361–365.
Rahmat, A., & Mirnawati, M. (2020). Model participation action research dalam pemberdayaan masyarakat. Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 6(1), 62–71.
Ramadhan, A. A., Maulidya, R., Salsabiila, P., Mu'afi, M. F., Widayati, E., & Nufaisa, N. (2024). Peningkatan pemahaman masyarakat Desa Sanganom dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi seimbang. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 7(1), 1. https://doi.org/10.36722/jpm.v7i1.3177
Salsavira, N., Rosyidah, L., Anggraini, P. G., Nuraini, R., & Megasari, D. (2025). Pemberdayaan masyarakat desa dalam pencegahan stunting melalui KKN kolaboratif: Pendekatan edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan praktik gizi seimbang. Jurnal Abdimas Indonesia, 6(1), 183–190.
Sugiritama, I. W., Wiryawan, I. G. N. S.,
Ratnayanthi, I. G. A. D., Arijana, I. G. K. K., Linawati, N. M., & Wahyuniari, I. A. I. (2021). Pengembangan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak sekolah melalui metode penyuluhan. Buletin Udayana Mengabdi, 20(1), 64. https://doi.org/10.24843/bum.2021.v20.i01. p11
UNICEF Indonesia. (2024, 13 Juni). Delivering essential nutrition services through community action in Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/nutrition/r eports/delivering-essential-nutritionservices-through-community-actionindonesia
Widyaningsih, T. S., Zulaika, C., & Astuti, D. N. (2025). Pemberdayaan kader posyandu balita dalam upaya pencegahan stunting melalui edukasi perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Jurnal Peduli Masyarakat, 7(6), 59–68. https://doi.org/10.37287/jpm.v7i6.690
World Health Organization. (2023). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. https://www.who.int/publications/i/item/978 pemberdayaan masyarakat. Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 6(1), 62–71.
Ramadhan, A. A., Maulidya, R., Salsabiila, P., Mu'afi, M. F., Widayati, E., & Nufaisa, N. (2024). Peningkatan pemahaman masyarakat Desa Sanganom dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi seimbang. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 7(1), 1. https://doi.org/10.36722/jpm.v7i1.3177
Salsavira, N., Rosyidah, L., Anggraini, P. G., Nuraini, R., & Megasari, D. (2025). Pemberdayaan masyarakat desa dalam pencegahan stunting melalui KKN kolaboratif: Pendekatan edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan praktik gizi seimbang. Jurnal Abdimas Indonesia, 6(1), 183–190.
Sugiritama, I. W., Wiryawan, I. G. N. S.,
Ratnayanthi, I. G. A. D., Arijana, I. G. K. K., Linawati, N. M., & Wahyuniari, I. A. I. (2021). Pengembangan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak sekolah melalui metode penyuluhan. Buletin Udayana Mengabdi, 20(1), 64. https://doi.org/10.24843/bum.2021.v20.i01. p11
UNICEF Indonesia. (2024, 13 Juni). Delivering essential nutrition services through community action in Indonesia.
https://www.unicef.org/indonesia/nutrition/r eports/delivering-essential-nutritionservices-through-community-actionindonesia
Widyaningsih, T. S., Zulaika, C., & Astuti, D. N. (2025). Pemberdayaan kader posyandu balita dalam upaya pencegahan stunting melalui edukasi perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Jurnal Peduli Masyarakat, 7(6), 59–68. https://doi.org/10.37287/jpm.v7i6.690
World Health Organization. (2023). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. https://www.who.int/publications/i/item/978924008186





