Komunikasi Dua Arah Dalam Pembangunan Infrastruktur Jaringan Internet: Studi Kasus Perbedaan Pandangan Masyarakat Di Rt 02 Rw 01 Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang
Main Article Content
Asep Aulia Nugraha
Pembangunan infrastruktur jaringan internet masyarakat tidak hanya memerlukan akses teknologi dan konektivitas, tetapi juga proses komunikasi antara masyarakat dan penyedia infrastruktur. Adanya perbedaan kebutuhan, kepentingan, persepsi manfaat, dan kekhawatiran lingkungan dapat menyebabkan perbedaan pendapat masyarakat tentang pembangunan tiang dan jaringan internet. Komunikasi dua arah sangat penting dalam situasi ini karena memungkinkan penyedia infrastruktur memberikan informasi dan penjelasan secara terbuka sekaligus memungkinkan masyarakat untuk menyampaikan pendapat, keberatan, dan kebutuhan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari proses komunikasi dua arah yang terjadi saat proses perizinan membangun infrastruktur jaringan internet dan untuk memahami perbedaan perspektif masyarakat di RT 02 RW 01 Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus. Untuk mendapatkan data penelitian, masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembangunan infrastruktur jaringan internet akan diwawancarai, diamati, dan didokumentasikan. Fokus analisis penelitian adalah untuk menemukan jenis komunikasi yang berkelanjutan, prosedur penyampaian dan penerimaan aspirasi masyarakat, faktor yang menyebabkan perbedaan pandangan dan upaya komunikasi untuk mencapai pemahaman atau kesepakatan bersama. Diharapkan penelitian ini akan memberikan gambaran tentang seberapa penting komunikasi dua arah dan partisipasi dalam proses pembangunan infrastruktur jaringan internet di tingkat masyarakat.
Eller, D. (2016). Expanding public sector communications: Moving beyond public affairs to facilitate collaborative public relations. GSTF JournalonMedia&Communications,3(5). https://doi.org/10.7603/s40874-016-0005-9
Kent, M. L., & Lane, A. B. (2021). Two-way communication, symmetry, negative spaces, and dialogue. Public Relations Review, 47(2), 102014. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2021.102014
Lane, A. B. (2018). If it’s so good, why not make them do it? Why true dialogue cannot be mandated. Public Relations Review, 44(5), 656–666. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2018.10.001
Lehtinen, J., & Aaltonen, K. (2024). Community stakeholders’ online engagement in infrastructure projects: A theory-testing single-case study. Construction Management and Economics, 42(8), 758–786. https://doi.org/10.1080/01446193.2024.2326558
Meilandi, I., Kolopaking, L. M., & Lubis, D. P. (2022). Institutional development strategies for internet provision in digital communities and villages: Study in Inter-Village Owned Enterprises, Panca Mandala, Tasikmalaya Regency. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 10(2), 159–178. https://doi.org/10.22500/10202236408
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Mustaqbirin, N., Rahmanto, A. N., & Sudarmo. (2020). Media sosial sebagai ruang partisipasi publik dalam pengelolaan transportasi. Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), 21(1), 71–84. https://doi.org/10.31346/jpikom.v21i1.2929
Putra, G. A. L., & Ganiem, L. M. (2024). Strategic persuasion: Securing community support for internet infrastructure development. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(5), 2803–2814. https://doi.org/10.53625/jirk.v4i5.8707
Susetiawan, S., Mulyono, D. C., & Roniardian, M. Y. (2018). Penguatan peran warga masyarakat dalam perencanaan, penganggaran, dan evaluasi hasil pembangunan desa. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 4(1), 109–118. https://doi.org/10.22146/jpkm.27512
Utama, T. P., & Agusta, I. (2019). Partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur desa dan solidaritas sosial masyarakat. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 3(2).
Widhagdha, M. F., Purwanto, W., & Hidayat, R. (2019). Participatory development communication in mitigating forest and land fires in Riau Province. Asian Journal of Media and Communication, 3(1), 33–40. https://doi.org/10.20885/asjmc.vol3.iss1.art3
Widodo, F. (2018). Evaluasi partisipasi masyarakat pada pembangunan infrastruktur dalam konteks pemberdayaan masyarakat. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 5(2), 108–121. https://doi.org/10.21831/jppm.v5i2.15932
Yudarwati, G. A. (2019). Appreciative inquiry for community engagement in Indonesia rural communities. Public Relations Review, 45(4), 101833. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2019.101833
Yudarwati, G. A., & Gregory, A. (2022). Improving government communication and empowering rural communities: Combining public relations and development communication approaches. Public RelationsReview,48(3),102200. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2022.102200
Yulisprianto, A. R., & Gusti Aji, G. (2019). Implementasi government public relations digital untuk membangun komunikasi dua arah: Studi kasus program Sapawarga Pemerintah Kota Surabaya. The Commercium, 1(2), 72–75. https://doi.org/10.26740/tc.v1i2.26746





