Strategi Optimalisasi Agenda Setting Dalam Meningkatkan Kualitas Siaran Berita Radio Republik Indonesia Semarang
Main Article Content
Sofiyansen
Proposal artikel ini membahas strategi optimalisasi agenda setting dalam meningkatkan kualitas siaran berita Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang. Fokus kajian diarahkan pada hubungan antara proses penentuan isu di ruang redaksi, kualitas produk berita yang disiarkan, dan kebutuhan informasi pendengar radio publik. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa radio publik masih memiliki relevansi di tengah perubahan perilaku audiens digital, namun tantangan utama terletak pada penyesuaian agenda redaksional, kualitas sumber berita, serta kemampuan media publik menjaga kepercayaan pendengar. RRI sebagai lembaga penyiaran publik juga dituntut menjaga keberimbangan, akurasi, netralitas, dan nilai layanan publik di tengah kompetisi platform digital. Kebaruan proposal ini terletak pada penyusunan satu model analisis yang menghubungkan agenda setting, kualitas siaran berita, dan kebutuhan pendengar radio publik dalam konteks spesifik RRI Semarang. Penelitian dirancang dengan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil yang diharapkan adalah rumusan strategi redaksional yang lebih adaptif untuk meningkatkan relevansi berita, memperkuat kepercayaan pendengar, dan menjaga fungsi RRI sebagai media publik.
Ardianto, E., Komala, L., & Karlinah, S. (2007). Komunikasi massa: Suatu pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Carillon, K. (2024). “An algorithm for public service media?” Embedding public service values in the news recommender system on RTBF’s platform. Emerging Media, 2(3). https://doi.org/10.1177/27523543241290976
Cangara, H. (2014). Pengantar ilmu komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Doyle, G. (2025). Public service media as critical media infrastructure for the future of democracy. Media, Culture & Society, 47(1). https://doi.org/10.1177/01634437251330119
Eriyanto. (2011). Analisis isi: Pengantar metodologi untuk penelitian ilmu komunikasi dan ilmu sosial lainnya. Jakarta: Kencana.
Fletcher, R., Kalogeropoulos, A., Mont’Alverne, C., Robertson, C. T., Ross Arguedas, A., Schulz, A., Toff, B., & Nielsen, R. K. (2025). The link between changing news use and trust. Journal of Communication, 75(1), 1–15. https://doi.org/10.1093/joc/jqae044
Hayes, K., & O’Sullivan, M. (2024). Labouring the news: Management control strategies and work intensification in the digital newsroom. Journalism, 25(6). https://doi.org/10.1177/14648849231174059
Jastrzebski, S., Henderson, K., McKinnon-Crowley, J., & Crowston, K. (2025). Boundaries of data journalism in U.S. public radio newsrooms. Journalism, 27(4). https://doi.org/10.1177/14648849251324894
Kusumaningrat, H., & Kusumaningrat, P. (2005). Jurnalistik: Teori dan praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2009). Encyclopedia of communication theory. Thousand Oaks, CA: Sage.
McCombs, M., & Shaw, D. L. (1972). The agenda-setting function of mass media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176–187. https://doi.org/10.1086/267990
McQuail, D. (2010). McQuail’s mass communication theory (6th ed.). London, England: Sage.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Morissan. (2013). Teori komunikasi individu hingga massa. Jakarta: Kencana.
Muskita, M., & Putri, R. D. (2023). Implementation of agenda setting theory by Radio Republik Indonesia Denpasar as a media for political literacy. COMMUSTY Journal of Communication Studies and Society, 2(2), 49-56.
Muslikhin. (2025). Future of radio broadcasting and audience behavior in streaming and apps. Jurnal Pustaka Komunikasi, 8(1), 239–249. https://doi.org/10.32509/pustakom.v8i1.5162
Oktavianti, R., Paramita, S., & Sukendro, G. G. (2024). Producing news stories on the YouTube platform by mobile journalists in Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 22(1). https://doi.org/10.31315/jik.v22i1.6907
Oramahi, H. A. (2012). Jurnalistik radio. Jakarta: Erlangga.
Ortiz dos Santos, F. (2021). Promoting peace: The role of radio journalism in conflict prevention. Radio Journal: International Studies in Broadcast & Audio Media, 19(1), 175–196. https://doi.org/10.1386/rjao_00040_1
Prasetyo, A., Puspitasari, S., & Rizqina, N. H. (2023). Manajemen media penyiaran radio Swaragama dalam meningkatkan kualitas program siaran radio di era pandemi Covid-19. Jurnal Audiens, 3(4), 159–169. https://doi.org/10.18196/jas.v3i4.14488
Prayudha, H. (2005). Radio: Suatu pengantar untuk wacana dan praktik penyiaran. Malang: Bayumedia Publishing.
Putri, W. P. N., & Yudiningrum, F. R. (2024). Motif, intensitas mendengarkan, dan kepuasan pendengar Kopi Pagi Radio Solopos. Jurnal Komunikasi Massa, 17(1). https://doi.org/10.20961/jkm.v17i1.90281
RRI. (2020). Rencana strategis LPP RRI 2020–2024. Jakarta: LPP RRI.
Sambrook, R., & Cushion, S. (2024). Impartiality in public broadcasting. The Political Quarterly, 95(1), 48–55. https://doi.org/10.1111/1467-923X.13340
Santana, S. (2005). Jurnalisme kontemporer. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yulfara, N. A. R. (2021). Strategi manajemen media Radio Pradya Suara sebagai lembaga penyiaran publik lokal. The Commercium, 4(1), 122–132. https://doi.org/10.26740/tc.v4i1.40349
Yunus, S. (2010). Jurnalistik terapan. Bogor: Ghalia Indonesia.





